Minggu, 23 September 2018

Perbedaan Data Warehouse dan Sistem OLTP pada Data Mining

Pengertian Data Warehouse pada Data Mining

Data Warehouse atau Gudang data merupakan suatu sistem manajemen basisdata relasional (RDMS) yang didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan akan sistem pengolahan transaksi.

Pengertian OLTP pada Data Mining

Dikutip dari kompasiana.com yang ditulis pada artikel tanggal 14 Mei 2013 Online Transaction Processing atau sering dikenal dengan OLTP adalah sistem yang berorientasi proses yang memproses transaksi secara langsung melalui komputer yang terhubung dalam jaringan. Misalnya biasa digunakan pada sebuah supermarket, kasir menggunakan mesin dalam proses transaksinya.

Baca Juga: Proses Dalam Data Warehouse pada Data Mining

Sebuah basisdata yang dibangun untuk pengolahan transaksi secara online (OLTP), secara umum dipandang tidak cocok untuk data warehouse dikanenakan mereka didesain dengan suatu kumpulan kebutuhan yang berbeda, yaitu memaksimalkan kapasitas transaksi dan secara khusus mempunyai ratusan tabel dalam urutan yang tidak membatasi user, dsb. Data warehouse dipandang dalam proses query sebagai lawan dari proses transaksi.

Sistem OLTP tidak dapat menjadi tempat penyimpanan dari data fakta dan histori untuk analisa bisnis.Sistem ini tidak dapat menjawab secara cepat query dan pengambilan kembali secara cepat hampir tidak mungkin. Data yang tidak konsisten dan berubah, duplikasi masukan yang ada, masukan yang hi-lang dan tidak adanya data histori yang diperlukan untuk menganalisa trend.Pada dasarnya OLTP menawarkan sejumlah besar data mentah yang tidak mudah dipahami.Data warehouse menawarkan kemampuan untuk mengambil kembali dan menganalisa informasi secara cepat dan mudah. Data warehouse mempunyai kesamaan dengan OLTP‘seperti terlihat pada tabel berikut :


Baca Juga: Karakteristik Data Warehouse pada Data Mining

Data warehouse melayani tujuan yang berbeda dari sistem OLTP dengan memperbolehkan analisa query sebagai jawaban terhadap "simple aggregation" seperti “bagaimana catatan keuangan dari kastemer ini?" Query data warehouse khusus meliputi seperti "produk yang bagaimana yang paling laku di Amerika tengah dan bagaimana korelasi terhadap data demografis?"

Proses Dalam Data Warehouse pada Data Mining

Pengertian Data Warehoause pada Data Mining

Data Warehouse didefinisikan sebagai tempat penyimpanan data terpusat yang dapat di-query untuk manfaat bisnis. Data warehousing merupakan teknik baru yang powerful yang membuatnya mungkin untuk mengekstrak data operasional yang diarsipkan dan mengatasi ketidakkonsistensian dari format-format data warisan yang berbeda.

Baca Juga: Karakteristik Data Warehouse pada Data Mining 

Sumber gambar: datawarehouse4u.info

Proses Data Warehouse pada Data Mining

Tahap pertama dalam data warehousing adalah menyekat informasi operasional sekarang Misalnya menjaga keamanan dan integrasi aplikasi 0LTP mission-critical saat kita mengakses basis data yang lebih luas. Hasil basisdata atau data warehouse mungkin menghabiskan ratusan gigabyte atau bahkan terabytes dari ruang disk. Apa yang diperlukan kemudian adalah teknik efisien untuk menyimfian dan mengambil kembali sejumlah informasi secara besar-besaran. Organisasi-organisasi yang besar menemukan bahwa hanya sistem pengolahan pararel memberikan bandWidth yang cukup.

Data warehouse mengambil kembali data dari bermacam basisdata operasional yang beraneka ragam. Data kemudian ditransformasikan dan dikirimkan ke data warehouse berdasarkan model yang dipilih (atau definisi pemetaan]. Proses transformasi dan perpindahan data yang dijalankan pada saat update data ke warehouse diperlukan sehingga seharusnya ada beberapa bentuk automatisasLuntuk mengatur dan menjalankan fungsi-fungsi ini. Informasi yang menggambarkan model dan definisi dari elemen data sumber disebut dengan “metadata”.Metadata diartikan sebagai bagaimana end-user menemukan dan memahami data dalam warehouse dan merupakan bagian penting dari warehouse tersebut.

Paling tidak,metadata harus terdiri dari :
  1. Struktur data
  2. Algoritma yang digunakan untuk meringkas (summary).
  3. Dan pemetaan dari lingkungan operasional ke data warehouse.
Pembersihan data merupakan aspek penting dari pembuatan sebuah data warehouse yang efisien dalam hal menghilangkan aspek-aspek tertentu dari data operasional seperti informasi transaksi level rendah yang memperlambat waktu query. Tahap pembersihan harus dibuat sedinamis mungkin untuk mengakomodasi semua tipe query bahkan mungkin saat membutuhkan informasi level rendah. Data harus diekstrak dari sumber produksi pada interval yang tetap dan disatukan secara terpusat kecuali proses pembersihan untuk menghilangkan duplikasi dan beda rekonsil antara bermacam bentuk kumpulan data.

Baca Juga: Pengertian Gudang Data (Data WareHouse) pada Data Mining 

Setelah data dibersihkan kemudian ditransfer ke dalam data warehouse yang secara khusus merupakan sebuah basisdata yang besar pada sebuah kotak yang punya performasi tinggi seperti SMP (Symmetric Multi—Processing) atau MPP (Massively Parallel Processing). Iumlah kekuatan perekahan merupakan aspek penting lainnya dari data warehouse karena kompleksitas menjadi bagian dalam pengolahan query ad hoc dan kuantitas data yang luas yang ingin digunakan organisasi dalam warehouse. Suatu data warehouse dapat digunakan dalam berbagai cara misalkan digunakan sebagai pusat penyimpanan yang menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang dijalankan atau digunakan seperti sebuah pasar data. Pasar data yang merupakan warehouse kecil dapat dibentuk untuk  menyediakan himpunan bagian dari toko utama dan meringkas informasi sesuai dengan kebutuhan dari kelompok atau departemen tertentu. Secara umum, pendekatan toko pusat menggunakan struktur data yang sangat sederhana dengan asumsi-asumsi yang sangat kecil mengenai hubungan antardata, padahal pasar sering menggunakan basisdata multidimensi yang dapat mempercepat proses query sebagaimana mereka dapat mempunyai struktur data yang mencerminkan sebagian besar pertanyaan-pertanyaan yang serupa. .

Banyak vendor mempunyai produk yang menyediakan satu atau lebih fungsi-fungsi data warehouse diatas. Meski begitu, dapat juga menggunakan sejumlah kerja-yang-penting dan pemrograman khusus untuk melengkapi kebutuhan operasional antar produk dari banyak vendor untuk memungkinkan mereka melakukan proses—proses data warehouse yang diperlukan. Implementasi khusus terdiri dari campuran produk—produk dari bermacam suplier.

Jumat, 21 September 2018

Karakteristik Data Warehouse pada Data Mining

Pengertian Data Warehouse pada Data Mining

Data Warehouse merupakan suatu sistem manajemen basisdata relasional (RDMS) yang didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan akan sistem pengolahan transaksi. Data Warehouse, secara bebas dapat didefinisikan sebagai tempat penyim'panan data terpusat yang dapat di-query untuk manfaat bisnis.

Baca Juga:  Operasi dan Tahapan Proses data Mining

Sumber gambar: present5.com

Karakteristik Data Warehouse pada Data Mining

Menurut Bill 'Inmon, pemilik Building the Data Warehouse dan ahli yang mendalami konsep data warehouse, ada empat karakteristik data warehouse,yaitu :
  • Subject-oriented: Data diorganisasi menurut subyek dari aplikasi, misalnya sebuah perusahaan asuransi menggunakan data warehouse yang mengorganisasi data mereka sebagai kastemer, premi dan klaim, daripada dengan produk-produk berbeda (otomotif, jiwa, dsb). Data diatur oleh subjek yang hanya mengandung informasi yang diperlukan untuk pengolahan pendukung keputusan.
  • Integrated: Ketika data menempati aplikasi-aplikasi yang terpisah dalam lingkungan operasional, pengkodean data seringkali tidak konsisten. Sebagai contoh, dalam satu aplikasi, jender mungkin dikodekan sebagai “m" ’dan “f", ada juga dengan 0 dan 1. Saat data dipindahkan dari lingkungan operasionalnya ke dalam data warehouse, mereka akanmengasumsikan suatu konvensi pengkodean dengan konsisten Misalnya data jender ditransformasi menjadi "m" dan "f".
  • Time-variant: Data warehouse terdiri dari suatu tempat untuk menyimpan data yang berusia 5 sampai 10 tahun atau lebih lama, untuk digunakan sebagai komparasi, trend dan peramalan. Data-data ini tidak di-update. 
  • Non-volatile: Data yang tidak di-updatesesudah mereka memasukkan data warehouse, tetapi hanya dimuat dan diakses.


Pengertian Gudang Data (Data Warehouse) pada Data Mining

Pengertian Data Mining

Data mining adalah pembelajaran berbasis induksi (induction-based learning) adalah proses pembentukan definisi-definisi konsep umum yang dilakukan dengan cara mengobservasi contoh-contoh spesifik dari konsep-konsep yang akan dipelajari.

Data mining berisi pencarian trend atau pola yang diinginkan dalam database yang besar untuk membantu pengambilan keputusan di waktu yang akan datang. Harapannya, perangkat data mining mampu mengenali pola-pola ini dalam data dengan masukan yang minimal.Pola-pola ini dikenali oleh perangkat tertentu yang dapat memberikan suatu analisa data yang berguna dan berwawasan yang kemudian dapat dipelajari dengan lebih teliti, yang mungkin saja menggunakan perangkat pendukung keputusan yang lainnya.

Sumber Gambar: datawarehouse4u.info

Baca Juga: Definisi Data Mining

Pengertian data Warehouse pada Data Mining

Data mining berpotensi tinggi jika data yang tepat dikumpulkan dan disimpan dalam sebuah gudang data (data warehouse). Sebuah gudang data merupakan suatu sistem manajemen basisdata relasional (RDMS) yang didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan akan sistem pengolahan transaksi. Data Warehouse, secara bebas dapat didefinisikan sebagai tempat penyim'panan data terpusat yang dapat di-query untuk manfaat bisnis. Data warehousing merupakan teknik baru yang powerful yang membuatnya mungkin untuk mengekstrak data operasional yang diarsipkan dan mengatasi ketidakkonsistensian dari format-format data warisan yang berbeda. Data warehouse baik untuk mengintegrasikan keseluruhan data sebuah perusahaan,tanpa memperhatikan lokasi, format atau kebutuhan komunikasi yang memungkinkan untuk memasukkan informasi tambahan atau ahli. Ini berarti menghubungkan secara logis antara apa yang dilihat oleh manajer dalam aplikasi 

Baca Juga: Operasi dan tahapan Proses Data Mining 

sistem informasi pendukung keputusan dan aktifitas operasional perusahaan. Dengan kata lain, data warehouse menyediakan data yang siap ditransformasi dan disimpulkan sedemikian hingga membuatnya sesuai untuk aplikasi DSS dan SIM yang lebih efisien.  Gudang data biasanya berisi data sejarah, terkumpul dari sumber yang berbeda-beda seperti sistem proses transaksi online — Online Data Transaction Processing (0LTP), system warisan, file-file teks dan spreadsheets. Pada data-tersebut kemudian dilakukan proses pembersihan untuk aku'rasi dan konsistensi dan mengelolanya untuk memudahkan dan efisiensi pada query.

Operasi dan Tahapan Proses Data Mining

Pengertian Data Mining

Data mining adalah proses yang mempekerjakan satu atau lebih teknik pembelajaran komputer (machine learning) untuk menganalisis dan mengekstraksi pengetahuan (knowledge) secara otomatis.

Operasi Data Mining

Operasi data mining menurut sifatnya dibedakan menjadi dua, yaitu bersifat :
  1. Prediksi (prediction driven) untuk menjawab pertanyaan apa dan sesuatu yang bersifat remang-remang atau transparan.0perasi prediksi digunakan untuk validasi hipotesis, querying dan pelaporan (misal : spreadsheet dan pivot tabel), analisis multidimensi (dimensional summary); OLAP (Online Analytic Processing) serta analisis statistik.
  2. Penemuan (discovery driven)bersifat transparan dan untuk menjawab pertanyaan “mengapa?". Operasi penemuan digunakan untuk analisis data eksplorasi, pemodelan prediktif, segmentasi database, analisis keterkaitan (link analysis) dan deteksi deviasi. 
Baca Juga: Definisi Data Mining

Tahapan Proses Data Mining

Tahapan proses dalam penggunaan data mining yang merupakan proses Knowledge Discovery in Databases (KDD) seperti yang terlihat pada Gambar 1.2 dapat diuraikan sebagai berikut :
  • Memahami domain aplikasi untuk mengetahui dan menggali pengetahuan awal serta apa sasaran pengguna.
  • Membuat target data-set yang meliputi pemilihan data dan fokus pada sub-set data.
  • Pembersihan dan transformasi data meliputi eliminasi derau, outliers, missing value serta pemilihan fitur dan reduksi dimensi.
  • Penggunaan algoritma data mining yang terdiri dari asosiasi, sekuensial, klasifikasi, klasterisasi. dll.
  • Interpretasi. evaluasi dan visualisasi pola untuk melihat apakah ada sesuatu yang baru dan menarik dan dilakukan iterasi jika diperlukan.



Definisi Data Mining

Data mining merupakan suatu proses yang mempekerjakan satu atau lebih teknik pembelajaran komputer (machine learning) untuk menganalisis dan mengekstraksi pengetahuan (knowledge) secara otomatis.

Sumber gambar : itpro.co.uk

Selain itu Definisi lain dari data mining adalah suatu pembelajaran berbasis induksi (induction-based learning) yang merupakan proses pembentukan definisi-definisi konsep umum yang dilakukan dengan cara mengobservasi contoh-contoh spesifik dari konsep-konsep yang akan dipelajari. Knowledge Discovery in Databases (KDD) adalah penerapan metode saintifik pada data mining.Dalam konteks ini data mining merupakan satu langkah dari proses KDD.

Data mining merupakan proses iteratif dan interaktif untuk menemukan pola atau model baru yang sahih (sempurna), bermanfaat dan dapat dimengerti dalam suatu database yang sangat besar (massive databases).

  • Sahih : Dapat digeneralisasi untuk masa yang akan datang.
  • Baru : Apa yang sedang tidak diketahui.
  • Bermanfaat : Dapat digunakan untuk melakukan suatu tindakan.
  • lteratif : Memerlukan sejumlah proses yang diulang.
  • Interaktif :Memerlukan interaksi manusia dalam prosesnya.

Data mining berisi pencarian trend atau pola yang diinginkan dalam database besar untuk membantu pengambilan keputusan di waktu yang akan datang. Pola-pola ini dikenali oleh perangkat tertentu yang dapat memberikan suatu analisa data yang berguna dan berwawasan yang kemudian dapat dipelajari dengan lebih teliti, yang mungkin saja menggunakan perangkat pendukung keputusan yang lainnya.

Contoh yang bukan Data mining adalah mencari nomor telp dalam direktori telepon atau query suatu Web search engine untuk informasi mengenai “Amazon”. Sedangkan yang termasuk dalam data mining adalah mencari nama-nama khusus yang lazim di lokasi tertentu seperti di US (O’Brien, o’Rurke, O’Reilly….di daerah Boston) dan mengelompokan dokumen-dokumen yang sama yang diperoleh dari seach engine menurut konteksnya (missal. Amazon rainforest, Amazon.com)

Selasa, 09 Januari 2018

Wujudkan Website Impian Anda dengan Niagahoster

Outline
Informasi harga paket & layanan
Data Center Tier-4
Program Afiliasi
Tim Support 24/7

Ada banyak hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mulai membuat website impian. Salah satu aspek krusialnya adalah layanan web hosting.

Justru di sinilah bagian paling sulitnya. Menentukan layanan web hosting yang sesuai dengan website Anda terkadang tidak semudah yang dibayangkan. Uniknya, setelah melihat dan membandingkan banyak layanan hosting di Indonesia, hanya ada segelintir perusahaan yang berhasil menghadirkan layanan hosting berkualitas baik. Salah satunya adalah Niagahoster.

Baik, mari mulai kita lihat dari data center yang mereka gunakan. Niagahoster, perusahaan yang baru berdiri dari tahun 2013 ini menggunakan green data center DCI Tier-4 yang menjamin 99,98% uptime. Website Anda akan online sepanjang waktu, memastikan website sebagai sesuatu yang terus bisa andalkan kapan saja. Terdengar menjanjikan, bukan?

Bagaimana dengan layanan yang mereka tawarkan? Niagahoster menyediakan empat paket hosting berkualitas: Bayi, Pelajar, Personal, dan Bisnis. Masing-masing dari paket tersebut sudah termasuk unlimited bandwidth, unlimited disk space (kecuali paket Bayi yang hanya 500MB), serta unlimited database. Tiap paket memiliki peruntukan serta keunggulan sendiri-sendiri. Misalnya, Paket Bayi dengan resource terbatas sesuai untuk sebuah website sederhana, kemudian Paket Pelajar merupakan paket termurah yang sudah termasuk domain gratis, maupun Paket Personal yang serba unlimited berikut perlindungan SpamAssassin Mail Protection.

Kalau Anda membutuhkan paket yang “serba ada”, Anda bisa menggunakan Paket Bisnis. Paket ini, selain segalanya sudah unlimited, Anda juga akan mendapatkan prioritas layanan support dan perlindungan SpamExpert Pro Mail Protection.

Fasilitas tiap paket hosting yang disediakan Niagahoster mencakup Softaculous Auto-installer dengan lebih dari 320 apps (termasuk WordPress, Joomla, Prestashop, dll), control panel dari cPanel, aplikasi website builder, jaminan keamanan dari serangan DDoS 24/7, dan optimasi mesin pencari dari Attracta SEO tools.

Soal harga, rasanya tidak ada yang bisa mengalahkan Niagahoster. Paket termurah Niagahoster, Paket Bayi, bisa Anda dapatkan dengan biaya Rp 19.800,- saja per bulan. Sementara itu, untuk Paket Bisnis Anda hanya perlu membayar Rp 91.800,- tiap bulan. Ini artinya, untuk mendapatkan layanan hosting dengan fasilitas lengkap di Niagahoster pun Anda hanya menghabiskan biaya sejutaan tiap tahun.

Layanan bantuan pelanggan Niagahoster juga tidak perlu Anda ragukan lagi. Responnya cepat, tanggap, dan sangat solutif dalam membantu segala permasalahan Anda terkait website & hosting. Tim technical support Niagahoster tersedia 24/7 non-stop dan bisa Anda hubungi melalui berbagai macam cara seperti live chat, tiket bantuan, email, dan telepon.


Komplain pun akan dilayani melalui kanal-kanal tersebut. Bahkan jika Anda merasa uang yang Anda habiskan tidak sesuai dengan layanan hosting yang Anda dapatkan, Anda bisa mendapatkan uang Anda kembali 100%. Iya, Niagahoster menyediakan kebijakan 30 hari yang kembali. Anda hanya perlu melakukan klaim uang kembali dalam kurun 30 hari setelah hosting aktif dan uang Anda akan kembali secara utuh langsung melalui nomor rekening Anda.

Informasi lebih lanjut mengenai Niagahoster bisa Anda dapatkan langsung di website mereka, https://www.niagahoster.co.id. Pilih sendiri paket hostingnya dan wujudkan website impian Anda bersama Niagahoster!

Simulasi jaringan peer to peer menggunakan packet tracer

Pada artikel sebelumnya saya sudah membahas mengenai peer to peer pada artikel sistem komunikasi komputer dan simulasi jaringan client serve...